Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

LIFE

Gambar
Sejujurnya buat saya, hidup itu sederhana sekali, hidup hanya berproses. Lahir, tumbuh, berkembang biak, lalu...mati. Namun kenyataannya tidak bisa begitu mudah. Ketika kita bersosialisasi, kita dituntut untuk mempunyai rasa peka terhadap lingkungan. Hidup bersama akan menciptakan suatu tuntutan kebutuhan yang tidak bisa dielakkan. Sekelompok manusia yang bernama suku Piraha di Amazon, hidup dengan konsep sangat sederhana. Suku Piraha hanya hidup untuk sehari itu saja dan bergantung pada alam. Jadi, hidup itu sangat sederhana bukan? Yang membuat hidup itu begitu rumit adalah adanya keinginan. Hidup kalau sudah dikuasai nafsu , keinginan, maka hal-hal sederhana akan menjadi rumit. Untuk memenuhi keinginan, manusia jadi sibuk. Manusia bekerja, dan mendapatkan imbalan, imbalan itulah yang akan digunakan untuk memenuhi keinginannya. Padahal jika hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari, manusia tentu tidak sesibuk ini, makan untuk satu hari seberapa banyak dan mahal sih? Jika hanya untuk bisa...

ML

Kalian tau ML? Bukan Make Love ya hihi....itu lho Mariska Lubis. Beberapa bukunya juga mengambil judul yang sangat provokatif. Sebut saja buku yang berjudul “Menemukan Tuhan Lewat Seks” atau satunya lagi "Wahai Pemimpin Bangsa!!! Belajar Dari Seks, Dong!!!". Wow, provokatif sekali judul buku ini, pikirku. Lalu di bagian atas tertulis nama Mariska Lubis, dengan keterangan Blogger Seks Terpopuler di Indonesia. Hmm....ngga usah ngeres ya...santai aja..... Aku memiliki buku yang pertama, memang tulisannya sangat menarik, ringan, dan menyenangkan. Bahasanya tidak rumit, karena bahasa yang biasa kita gunakan sehari-hari. Tidak terlalu teoristis. Pokoknya setiap kalimat selalu ditegaskan apa adanya,seperti itulah kehidupan di sekitar kita. Enak dibaca. Misalnya saja ada bagian dari bukunya ini yang dikasih judul “kalau suka seks, ngaku aja deh”, yang menceritakan pengalaman penulis yang ketika itu menghadiri sebuah pesta ulang tahun di sebuah pantai di Australia.S...

Dangdut, sepi apresiasi

Jujur saja, saya kurang menikmati musik bergenre dangdut. Ent ah, ngga banyak musik dangdut yang saya sukai. Ini bukan karena selama ini dangdut dipandang sebelah mata. Katanya , dangdut itu musik kampungan, tidak berkelas, selera rendah. Bukan, bukan itu. Aku tidak memandang musik dangdut seperti di atas. Ini soal selera. Toh ada beberapa musik dangdut yang sangat indah di dengar. Jika mau sedikit meluangkan waktu, setiap dentingan irama , benar-benar permainan musik yang indah. Kancah musik dangdut mulai diperhitungkan. Terbukti bahwa beberapa acara mengangkat musik dangut, seperti ajang pencarian bakat yang special untuk musik dangdut. Malah, bisa terbalik, orang-orang mulai menggemari musik dangdut, seperti akan terbalik semuanya, orang-orang mulai menyukai yang kampung atau kampungan. Spot-spot bernuansa kampung aja mulai dilirik. Musik-musik jadul mulai digemari dengan mengcover melalui sentuhan musik yang bisa diterima, namun tidak menghilangkan nilai keasliannya. D...

Hidup, Bisa Dibuat Rumit Atau Sederhana

Gambar
Sejujurnya buat saya, hidup itu sederhana sekali, hidup hanya berproses. Lahir, tumbuh, berkembang biak, lalu...mati. Namun kenyataannya tidak bisa begitu mudah. Ketika kita bersosialisasi, kita dituntut untuk mempunyai rasa peka terhadap lingkungan. Hidup bersama akan menciptakan suatu tuntutan kebutuhan yang tidak bisa dielakkan. Sekelompok manusia yang bernama suku Piraha di Amazon, hidup dengan konsep sangat sederhana. Suku Piraha hanya hidup untuk sehari itu saja dan bergantung pada alam. Jadi, hidup itu sangat sederhana bukan? Yang membuat hidup itu begitu rumit adalah adanya keinginan. Hidup kalau sudah dikuasai nafsu , keinginan, maka hal-hal sederhana akan menjadi rumit. Untuk memenuhi keinginan, manusia jadi sibuk. Manusia bekerja, dan mendapatkan imbalan, imbalan itulah yang akan digunakan untuk memenuhi keinginannya. Padahal jika hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari, manusia tentu tidak sesibuk ini, makan untuk satu hari seberapa banyak dan mahal sih? Jika hanya un...