Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi

Sunset di Parangtritis

Gambar
Memandangmu membuatku merasa benar-benar sedang menatap keindahan. Bagai menikmati temaram keemasan yang terlihat saat matahari bergulir ke ufuk barat. Kamu selalu hadir tanpa tepi. Dalam setiap kedipan mataku. Dalam setiap lembar halaman buku. Dalam setiap tetes embun pagi itu. Selalu ada kamu. Kamu yang akan meraih tanganku untuk berjalan bersama di pantai hingga senja menampakkan jingganya. Dan kaki-kaki telanjang kita merasakan sisa kehangatan terik mentari di atas pasir putih. Jadikan aku rindumu pada setiap rasamu. Pada butir-butir pasir di laut. Pada dalamnya samudera biru. Dan pada ombak yang menghantam batu karang. Dan ketika angin menyentuhmu, itu adalah isyarat. Aku menunggumu pada saat senja di tepian pantai. Jogja, Januari 2020

Puisi Senja 9 Juli 2020

Gambar
Di sini diberanda kata. Tempat di mana kita saling menjalin jemari. Ketika senja,kata-kata itu tercipta. Luruh dipangkuan waktu. Masih lekat tatapanmu di mataku. Lalu dengan kehangatanmu, kau tersenyum. Sungguh aku tak ingin berakhir. Tak ingin senja itu menyembunyikan bayangmu Di balik tirai jendela kamar. Bersandar pada dinding. Kupandangi senja itu. Tenang, tak berawan hitam. Ada kamu yang terus bermain-main di sana. Pernah melewati waktu. Membawa kita dalam ujung kenangan. Indah tersisa rasa mendebarkan. Seperti berbisik kembali bersama angin. Yang menembus ruang dan waktu. Ada semacam rindu yang menyelinap. Kubersandar lagi di balik tirai jendela. Meresapi senja bersama rasaku padamu. Mengabadikan seluruh jejakmu dari ingatan. Dari waktu yang tiba -tiba berlalu. São Paulo, 9 Juli 2020(16:55)

Puisimu

Gambar
Senyumnya indah, indah sekali Tipis dan tajam Mengusik hati kaum adam yang memandangnya Mereka seketika mencinta Mengecap manisnya hanya dengan melihat senyumny a Matanya bening, bercahaya Bibirnya sexy Di sana kau bisa melihat gemuruh ombak, birunya langit, merahnya senja, suburnya hutan, tegaknya gunung, semua panorama yang ia tawarkan hadir dalam dirinya Ia bagai dewi matahari yang menghangatkan Ia bagai embun pagi yang menyejukkan Ia bagaikan magnet bumi Semua tertarik kepadanya

Matahari Membulat

Gambar
Matahari yang membulat, memburai, dan meninggi tak menunggu siapapun. Bukan sesuatu yang janggal pula bila tiba-tiba rintik-rintik gerimis turut melimpahi sore menjelang malam hari di April bulan yang semaunya ini.

Saat Cinta Tak Dapat Mempersatukan

Saat cinta tak dapat mempersatukan Saat ada perasaan yang tak tersampaikan Dan hanya terlukis dalam angan Bagaikan kata yang tersesat tanpa dikatakan Yang seolah kebebasan mencium bayangan yang berikatan Tersenyum simpul menalikan melodi sebuah kerinduan yang mendalam Melukiskan senja yang sarat akan keindahan sesaat Membelenggu jiwa dalam batas yang tak bisa diraba Hati dirantai oleh keterikatan Menguncinya erat di benak telaga kebisuan Yang ada hanyalah kisah penuh pengorbanan Separuh keberanian, tanpa batas Dan hanya berpeluk erat akan seuntai harapan Begitulah ia yang terhanyut dalam pengembaraan Pergi dan entah kapan kembali

Puisi di Pantai Selatan

Puisi laksana cahaya senja, di mana ketika dua hati membaca merasa menjadi hangat mendebarkan mengingat saat mata saling memandang dan tangan saling menggenggam. Saat langit menggambar wajahmu. Dan bumi bersinar di telapak kakiku. Lalu seketika bulan penjaga asmara yang setia kibarkan aroma agar kita bisa kembali menempuh rindu tanpa nafsu.

Aku Telah Bersamamu

aku telah bersama mu dalam hujan yang gelap aku telah bersama mu dalam diam mu aku telah bersama mu dalam bayang mu aku telah bersama mu dalam dingin hanya seperti ini aku bisa menyayangi mu dalam cara ku tidak diam juga tidak bersuara

Namaku Dewi

Gambar
Wahyu Wibowo Namaku dewi… Akulah wanita dari kasta terindah kumpulan bidadari Tak ada laki laki yang tersentuh senyumku yang tak langsung tunduk hati Setiap kehidupan yang kuarungi selalu meninggalkan jejak jejak misteri Aku beruntung terpahat sebagai maha karya agung yang pernah ada dimuka bumi Setiap hela nafas dipelosok negeri selalu menyanjungku penuh dengan ekspetasi Setiap hari selalu ada infotainment yang datang untuk sekedar menyapa mencari berita Wajahku begitu familiar dari Majalah TEMPO hingga BALTYRA Andai michael angelo masih ada di ujung belahan sebuah dunia Pasti telah ada sebuah patung replikaku yang akan membuat mata begitu terpesona Andai Leonardo da vinci hidup di zaman millennium ini Tentu senyumanku akan terlukis lebih indah dari monalisa yang selama ini banyak dikagumi Hey… kadang aku begitu larut menikmati hari hari penuh sensasi Begitu senang rasanya bila setiap hari banyak wajah yang terus hadir mengelilingi Kilatan lampu menyambar dari pagi hingga menjelang pa...